Get Adobe Flash player

Gallery

fans-kopi-luwak img_2995 luwak-angels3 img_3188 kopi-luwak-at-hongkong tim-nas-mr-pancake-palembang

The History of Kopi Luwak

id

Cerita di Balik Kopi Termahal di Dunia

Kopi adalah salah satu jenis minuman yang sangat digemari oleh banyak individu di seluruh belahan dunia. Terdapat banyak pecinta kopi di seluruh belahan dunia dan mereka terus berusaha untuk dapat menikmati setiap tegukan kopi yang hangat di dalam sebuah cangkir. Tentunya tidak semua peminum kopi adalah seorang pecinta kopi karena beberapa dari mereka hanya sekedar menggemari kopi sebagai teman sarapan, teman saat bekerja ataupun teman di saat santai dan menikmati makanan kecil seperti kue ataupun roti.

Sejarah Kopi Luwak

Di anatara berbagai jenis kopi, kopi luwak dikenal sebagai jenis kopi termahal di dunia. Beberapa penikmat kopi mungkin bertanya-tanya akan sejarah dari kopi yang memiliki rasa yang unik dan memikat lidah ini. Sejarah kopi luwak pastinya mengusik pikiran beberapa penikmat kopi di beberapa kesempatan di saat mereka sedang menikmati secangkir kopi dan berdiskusi mengenai kopi. Kapanpun pertanyaan mengenai cerita di balik kopi termahal di dunia ini muncul, tidak setiap individu mengetahui sejarah ditemukannya kopi luwak yang terkenal mahal.

Sejarah kopi luwak tidak dapat dilepaskan dari sejarah dimulainya produksi kopi di Indonesia pada abad ke 18. Pada abad ini, Negara-negara di Eropa sedang berlomba-lomba untuk dapat menjelajahi berbagai belahan dunia dan membangun sebuah koloni baru. Pada saat itu, Belanda adlah Negara Eropa yang membangun sebuah koloni di Indonesia dan memulai penanaman berbagai jenis kopi seperti halnya biji kopi Arabica yang diperkenalkan dari Yaman. Pada masa kolonial, pemerintah Belanda berpikir seperti halnya pemerintah negara-negara Eropa yang lain yang ingin memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki Negara yang merupakan koloni mereka. Karena pada kala itu, negara-negara Eropa berpikir bahwa bangsa lain tidaklah sederajat dengan mereka.

Pemerintah kolonial Belanda mendirikan area perkebunan di pulau Jawa dan Sumatra. Di dalam sejarah kopi luwak, pandangan merendahkan dari para pejabat kolonial Belanda inilah yang mendorong ditemukannya kopi luwak. Pejabat kolonial Belanda sama sekali tidak memperbolehkan para pekerja di perkebunan kopi mereka untuk dapat mengolah kopi untuk kebutuhan mereka. Tentunya para pekerja tersebut merasa penasaran dengan rasa kopi yang telah diolah sedemikian rupa dan dapat diminum. Ini adalah awal dari ditemukannya kopi luwak.

Dalam sejarah kopi luwak, secara tidak sengaja, pekerja di perkebunan kopi milik pemerintah kolonial Belanda ini memenukan bahwa musang atau luwak senag memakan buah kopi yang telah berwarna merah. Luwak-luwak ini memakan buah kopi tetapi tidak mencerna buah kopi tersebut. Para pekerja inipun mengumpulkan kotoran musang dan membersihkan buah kopi yang tidak dapat dicerna oleh luwak. Buah kopi yang telah dibersihkan kemudian diproses dengan menggunakan proses yang sama dengan biji kopi yang lain yaitu dibakar dan dijemur.

Akhirnya para pekerja tersebut dapat merasakan rasa minuman kopi yang membuat mereka penasaran dan mendapatkan hasil yang lebih dari dugaan mereka. Yang utama adalah karena aroma kopi luwak yang begitu wangi dan menggugah selera. Rasa dari kopi ini sendiri kemudian menjadi satu hal yang menraik pula khususnya bagi mereka yang belum pernah mencicipi kopi sebelumnya. Aroma wangi dan rasa kopi luwak kemudian menyebar di antara penduduk lokal Indonesia dan akhirnya samapi ke telinga para pejabat kolonial Belanda dan mereka sangat menyukainya. Bahkan di masa awal sejarah kopi luwak, kopi ini dijual dengan harga yang mahal seperti halnya saat ini.

gb

The History behind the World’s Most Expensive Coffee

Coffee is one of the most popular drinks in the world. There are a lot of people who loved to drink coffees no matter that they are the coffee lovers who experts in coffee or not. Even if someone who doesn’t like to drink coffee, kopi luwak is not something he doesn’t know. This is a kind of coffee that being sold in the very expensive price as it is rare and considered to have the bet taste of coffee. Some people might be interested in how this kind of coffee made it to the market and how did it found. There are people who asking about the history of kopi luwak.

The History of Kopi Luwak

The kopi luwak’s origin is most likely connected to the beginning of the coffee production history in Indonesia. The history of kopi luwak began a long time ago in the early of the 18th century the Dutch established plantation on the islands of Java and Sumatra those known as the parts of the Dutch East Indies. The coffee trees were planted in the plantations including the Yemen introduced coffee, Arabica. During 1830-1870 which had known as the era of cultuurstelsel or the era of colonization, the Europeans saw the other nations as the nations with the lower degree than themselves. The Europeans wanted to rob away the richness of natural resources.

The coffee cherries those planted on the plantations were plenty and the Dutch didn’t allow the native farmers to take the coffee cherries for their own use. But the native farmers were curious and wanted to taste the coffee cherries they planted and harvested, the famous coffee beverage they have never tasted before. And so in the history of kopi luwak, the natives learned that luwak consumed the coffee cherries as well but the coffee cherries seemed to be in shape. So the farmers collected these undigested coffee cherries, cleaned, roasted and ground the coffee and made their own coffee beverages.

However, the taste of the coffee was beyond their imagination. The coffee beverages they made were smell so good. The aromatic of civet coffee or kopi luwak spread amongst the locals to the owners of the Dutch plantations and soon the coffee becomes their favorite. Even at that colonial time, kopi luwak sold in the high price. And that is the history of kopi luwak. Nowadays, kopi luwak still being sold in the high price and there is chance of the price to get even higher.

The process of kopi luwak itself known to be unusual but its unusual process is what makes kopi luwak very expensive. Kopi luwak was found out of curiosity of the local farmers and as many people see that what happened in the history of kopi luwak was all thanks to the curiosity of the local farmers towards the baverages called coffee. Kopi luwak or civet coffee continues to be the aromatic coffee with the heavier unique taste that will be searched by the coffee lovers no matter how expensive the coffee is.

One Response to The History of Kopi Luwak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'